FGD Persiapan Replikasi MONEV Partisipatif Kabupaten Sragen

Pada hari Selasa tanggal 25 Agustus 2020 pukul 08.30 WIB dilaksanakan FGD Persiapan Replikasi Monev Partisipatif Kabupaten Sragen di RM Cengkir Gading yang dihadiri oleh Bappeda Litbang, Dinas Kesehatan,  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perumda Air Minum Tirto Negoro, dan IUWASH PLUS. Kegiatan FGD ini diawali dengan pembahasan skenario Monev Partisipatif yang terdiri dari 4 skenario, yaitu connecting, developing, enabling, dan functioning. Dilanjutkan dengan pembahasan tahapan Monev Partisipatif yang terdiri dari 6 tahapan, yaitu (1) penguatan tim monev; (2) DATAMASITA di rumah tangga; (3) evaluasi RKM; (4) analisa hasil monev oleh tim monev; (5) rembug warga Monev Partisipatif; (6) pertemuan multipihak. Kegiatan FGD ini diakhiri dengan menetapkan 2 Desa replikatif, yaitu Desa Kliwonan dan Desa Bentak serta rencana tindak lanjut, antara lain Bappeda Litbang sebagai penanggung jawab pertemuan awal dengan Stakeholder Replikasi Monev Partisipatif, Dinas Kesehatan sebagai penanggung jawab penyusunan Ranperbub tentang STBM dan mencari alternatif pendanaan air minum dan sanitasi (PMI dan Baznas).

NGARGOSARI DESA INOVASI BINAAN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Pada era tahun 1980an, masyarakat  dukuh Boyolayar yang terdiri dari 4 RT yang kurang lebih didalamnya ada 150 kepala keluarga dan 300 jiwa, merupakan wilayah Desa Ngargosari terkena dampak genangan air waduk Kedongombo , yang tadinya, sebagian besar masyarakat Boyolayar mempunyai mata pencaharian sebagai petani.

Dengan adanya waduk Kedongombo tersebut lahan pertanian tidak bisa di manfaatkan sebagai lahan pertanian, sehingga Pemerintah Desa bersama masyarakat,  berfikir dan menggali potensi sumber daya manusia dan alam yang ada di dukuh Boyolayar. Dalam rangka mewujudkan Desa Ngarosari sebagai desa mandiri, maka sebagai salah satu desa dari 11 desa yang ada di Kecamatan Sumberlawang telah melakukan pembenahan dan pembaharuan sistem dengan melakukan penekanan pada pemberdayaan masyarakat (social empowering) pada setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada kegiatan pengawasan maupun pengendalian semua dilakukan dengan mengikut sertakan masyarakat.

Dari identifikasi yang di lakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Pemerintah Desa di temukan beberapa potensi termasuk lahan kosong yang perlu di manfaatkan,  sebagai titik poin yaitu pembukaan jalan wisata pada tahun 2017 yang melibatkan Pemerintah Desa dan masyarakat dukuh Boyolayar, selain itu untuk mempercepat terwujudnya desa wisata,  Pemerintah Desa membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk melakukan pembenahan dan penataan dukuh Boyolayar.

Harapannya dengan adanya desa wisata ini maka akan terbentuknya destinasi wisata baru di wilayah Ngargosari, peningkatan SDM Di bidang Ekonomi, desa berpeluang untuk menambah PAD dan mengoptimalkan layanan publik melalui jalur optimalisasi dan potensi desa di sektor wisata, masyarakat mendapat penghasilan tambahan dari sewa kapal maupun pendirian warung – warung di sekitar wisata, serta pemasaran produk unggulan desa menjadi lebih mudah.

PIT – PITAN MUBENG DESA

Dalam era New Normal ini,   Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mempunyai kegiatan baru untuk tetap menjaga kebugaran dan kesehatan pegawai di lingkungan Dinas PMD  setiap hari Jumat setelah apel pagi dan senam bersama di GOR Diponegoro, dilanjutkan Gowes  untuk Pit-Pitan Mubeng Desa. Adapun Rute untuk kegiatan ini setiap jumat selalu berbeda –beda, dengan cakupan jarak tempuh antara 10-15 Kilometer.

Diharapkan dengan  kegiatan ini , dapat selalu menjaga kebugaran, hidup sehat dan dapat melihat secara langsung kondisi desa  –  desa yang ada di Kabupaten Sragen, selain itu dapat lebih menjalin keakraban antara pegawai Dinas PMD dengan masyarakat.

Dalam kegiatan Pit-pitan Mubeng Desa , dilakukan secara bergiliran sehingga tidak mengganggu kegiatan kedinasan dan tetap dapat melayani masyarakat dengan baik. Karena masih dalam era New Normal, maka protokol kesehatan harus tetap dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

SINERGITAS WARGA BALEHARJO DENGAN KODIM 0725 SRAGEN DALAM PROGRAM TMMD SENGKUYUNG II

Program TMMD Sengkuyung II yang diprakasai oleh Dinas PMD Kabupaten Sragen dengan Kodim 0725/Sragen telah berlangsung sekitar 13 hari. Pengecoran jalan sudah mencapai hampir 40 persen. Memasuki musim kemarau , ketersediaan air mulai dihadapi dalam pembangunan jalan, beberapa alat kebutuhan untuk menampung dan menyalurkan air mulai dipersiapkan. Ini untuk membantu suksesnya infrastruktur pembangunan yang menjadi sasaran utama TMMD Reguler ke -108 di wilayah Kodim 0725/Sragen, Sabtu (11/7/20).

Pembangunan yang kini memasuki musim kemarau pasti membutuhkan air dalam pembangunan jalan Desa Baleharjo. Untuk menyiasati kekurangan air, maka dipersiapkan bak penampungan air  untuk suplai air dalam pembangunan jalan, kegunaan dari alat atau tempat tandon air ini sebagai bak penampungan kapasitas 5100 liter. Ini akan mempermudah pekerjaan program TNI Manunggal Membangun Desa.

Sehingga jika menggunakan tangki atau bak penampung dapat dipastikan mendapatkan suplai kebutuhan air kesehariannya. warga setempat mengungkapkan rasa syukurnya sumur yang digunakan untuk mensuplai keberlangsungan pembangunan jalan Desa Baleharjo. Selain itu, warga berharap pembangunan jalan yang digelar Kodim 0725/Sragen cepat selesai dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Dinas PMD Bagian dari Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Kabupaten Sragen

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sragen, mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh   Bappeda dan Litbang Kabupaten Sragen, Selasa 07 Juli 2020   bersama lintas sektor terkait untuk penyempurnaan rancangan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Daerah (RAD-PG) . Pembangunan Pangan dan Gizi merupakan rangkaian aktivitas pembangunan multi sektor, mulai dari aspek produksi pangan, distribusi, keterjangkauan, konsumsi sampai pada aspek pemanfaatan yang mempengaruhi status gizi. Pembangunan pangan dan gizi pada seluruh aspek tersebut memerlukan dukungan multisektor diantaranya : Dinas PMD,  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, Dinas PU PR,  Dinas Perkim serta Dinas Sosial.

 Lima pilar dari RAD-PG adalah Pilar Perbaikan Gizi masyarakat, Pilar Peningkatan Aksesbilitas Pangan yang beragam, Pilar Peningkatan Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan, Pilar Peningkatan Perilaku Hidup Sehat dan Pilar Penguatan Kelembagaan Pangan dan Gizi. Dinas PMD Kabupaten Sragen menjadi anggota tim koordinasi RAD-PG yang ditunjuk sebagai pengampu pilar ke lima yaitu Pilar Penguatan Kelembagaan Pangan dan Gizi.,yang diharapkanpangan dan gizi  dapat mendampingi terbentuknya lembaga penguatan pangan dan gizi di setiap desa.

Training of Trainers (TOT) Aplikasi Desa Melawan Covid (E-DMC) dan E- Human Devolepment Worker ( E- HDW )

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan dua aplikasi seluler yang bermanfaat untuk membantu dalam hal pencegahan dan penanganan COVID-19 dan kesehatan masyarakat. Kedua aplikasi tersebut yakni aplikasi Desa Melawan COVID-19 dan e-Human Development Worker (e-HDW). 

Aplikasi Desa Melawan COVID-19 dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan protokol penanganan wabah COVID-19. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap COVID-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai.

Aplikasi ini akan membantu Relawan Desa Lawan COVID-19 dalam melaksanakan kegiatan dan aktivitasnya dalam memberikan edukasi dan informasi tentang COVID-19 ke masyarakat. Selain itu, dimungkinkan juga pengumpulan data secara real-time terkait penyebaran COVID-19 dan dampaknya bagi masyarakat dan bisa memudahkan proses pelaporan atas kondisi desa terkait COVID-19.

            Aplikasi Desa Melawan COVID-19 bisa mengakses berbagai materi pencegahan COVID-19 dan membagikannya kepada masyarakat. Relawan Desa Lawan COVID-19 akan mengirimkan laporan mingguan dan bulanan melalui aplikasi Desa Lawan COVID-19. Data-data tersebut selanjutnya dapat diakses oleh pemerintah desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk pengambilan kebijakan terkait pencegahan dan penanganan COVID-19 di daerah,

            Selain Aplikasi Desa Melawan Covid-19, aplikasi lainnya yakni e-HDW. Aplikasi ini untuk memastikan layanan intervensi gizi masyarakat pada masa wabah COVID-19. Dalam kondisi wabah COVID-19, layanan kepada Keluarga 1.000 HPK penting untuk tetap dilakukan untuk percepatan penanganan stunting. Aplikasi ini akan membantu para Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam memantau dan mendukung peningkatan konvergensi Intervensi Gizi Kepada Keluarga 1.000 HPK (Hari Pertama Kelahiran).

Diharapkan, kedua aplikasi ini bisa terus menerus di manfaatkan semaksimal mungkin dengan memenuhi dan menjalankan perintah didalam kedua aplikasi tersebut sehingga berbagai upaya melawan COVID-19 oleh desa dan berbagai upaya untuk penurunan stunting di desa bisa kita lakukan secara maksimal.

Pelaksanaan pelatihan e HDW dan e DMC19 Kabupaten Sragen dimulia hari Selasa, 7/7/ 2020 sampai dengan hari Rabu, 15/ 7/ 2020  di dua puluh kecamatan yang ada di Kabupaten Sragen, diawali  di Desa Bedoro, Kecamatan sambungmacan. Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota KPM dan perangkat desa se Kecamatan Sambungmacan, dihadiri dari Dinas PMD, Camat Sambungmacan, TA, dan PD/PLD Kecamatan Sambungmacan.

Tujuan serta manfaat dilaksanakan pelatihan e HDW  adalahuntuk  mempermudah tersusunnya big data tentang stunting di Desa berbasis sasaran rumah tangga 1.000 HPK yang lebih akurat karena terperinci by name by address. Selain itu Aplikasi ini memberikan masukan data dan informasi yang faktual tentang permasalahan stunting di Desa sebagai dasar merumuskan kebijakan intervensi program/kegiatan dari lintas pemangku kepentingan yang bertanggungjawab mencegah dan menangani stunting di Desa.

TMMD SENGKUYUNG TAHAP II TAHUN 2020

Pembukaan TMMD Sengkuyung II, Selasa (30/6/2020), TMMD yang  dilaksanakan  di Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, ditandai dengan penandatanganan naskah TMMD ke 108 TA. 2020 antara Bupati Sragen dengan Komandan Kodim 0725 Sragen.Di masa New Normal ini untuk upacara pembukaan ditiadakan, waktu pelaksanaan TMMD Sengkuyung II ini selama 30 hari dan berakhir pada tanggal 29 Juli 2020, dimulai dengan melaksanakan  peletakan batu pertama untuk pengecoran jalan, dan tidak melibatkan banyak orang. Bupati Sragen dr.Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam sambutannya mengatakan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease 2019 (Covid 19) pada masa New Normal ini diharapkan kepada masyarakat, PNS, TNI, POLRI yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung II ini tetap memperhatikan protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan bersama.

TMMD di Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono ini, sasaran kegiatannya sama seperti TMMD terdahulu, yaitu sasaran fisik dan non fisik, sasaran fisik berupa cor blok jalan sepanjang 947 M,  lebar 2,5 M,  tinggi 12 Cm di Dukuh Gosek, sedangkan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 12 unit dan jamban sehat 12 unit serta penyerahan sembako sebanyak 200 paket.

DESA MOJOREJO KARANGMALANG MEWAKILI SRAGEN DALAM LOMBA DESA MANDIRI ENERGI (DME)

Desa Mojorejo, Karangmalang mewakili Kabupaten Sragen dalam Lomba Desa Mandiri Energi (DME) pada Selasa, 16 Juni 2020 yang dihadiri Tim Juri Provinsi Jawa Tengah.

Desa Mojorejo mengunggulkan hasil BIOGAS yang berasal dari kotoran sapi. BIOGAS yang dihasilkan digunakan sebagai pengganti gas LPG. Dampak setelah adanya BIOGAS adalah penggunakan gas LPG berkurang hingga 3 tabung/bulan dan kelompok ternak yang mengembangkan BIOGAS juga mendapatkan dampak positif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal serta kendang. Selain itu, kelompok ternak juga mengembangkan produk olahan kripik tempe, gatot, pupuk kendang, dan membangun kandang komunal.

SOSIALISASI NEW NORMAL OLEH BUPATI SRAGEN DI LINGKUNGAN DINAS PMD KABUPATEN SRAGEN

Bupati Sragen Dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan sosialisasi penerapan New Normal dilingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa , yang dilaksanakan pada  hari Selasa, tanggal 9 Juni 2020.  Acara ini dihadiri oleh Bupati , Sekda , Asisten III dan  Kepala Dinas PMD serta  seluruh ASN dilingkungan Dinas PMD, dalam arahannya Bupati mengatakan bahwa ASN harus tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat tetapi harus tetap mengikuti standar protokol kesehatan covid 19. ASN juga harus dapat memberikan contoh untuk masyarakat tertib menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun dan air yang  mengalir.

Selain itu Bupati juga memberikan perintah dalam situasi pendemi Corona ini, pelayanan terhadap  masyarakat tetap harus berjalan dengan baik , tugas ASN adalah membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pendemi Corona. Salah satunya adalah memberikan pelayanan terbaik dan tidak mempersulit masyarakat dalam memberikan pelayanan.

1 2 3 4 5