Siskeudes Berbasis CMS Berfungsi , Bendahara Desa Di Sragen Tak Pegang Uang Tunai

Semua transaksi keuangan desa di Sragen tak lagi tunai melainkan dilakukan secara non tunai melalui Siskeudes. Sistem Keuangan Desa alias Siskeudes berbasis cash management system (CMS) milik Bank Jateng Cabang Sragen sudah berfungsi. Siskeudes berbasis CMS itu sudah disiapkan sejak tahun 2020 dan diluncurkan pada 17 Agustus 2020 lalu.

Desa Tanggan terpilih sebagai pilot project mewakili eks kawedanan. Desa Tanggan dirasa mampu karena jaringan Internet memadai di desa itu. Pelatihan sudah dimulai tahun 2020 lalu dari Pemerintah Kabupaten  Sragen melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di dukung oleh Bank Jateng.  Aplikasi CMS ini sangat membantu desa dalam pengelolaan keuangan desa karena penatausahaan keuangan desa lebih tertib dan lebih mudah membuat laporan pertanggungjawaban desa. Selain itu manfaat dari aplikasi CMS ini bisa menghilangkan kebocoran anggaran pendapatan dan belanja desa (APB-Desa).

Untuk penggajian perangkat desa itu sudah langsung ditransfer ke rekening masing-masing perangkat desa. Dana operasional RT/RW pun juga dilakukan lewat transaksi non tunai,  serta pencairan pengadaan barang dan jasa di Sragen misalnya diverifikasi secara rigit melalui Siskeudes tersebut. Seperti yang dicontohkan oleh Kepala Desa Tanggan Mulyanto dan  Arif seorang petugas information technology (IT) Desa Tanggan, Gesi, Sragen,  Sekretaris Desa Tanggal Ismail , didampingi oleh tim Dinas PMD serta petugas dari Bank Jateng Sragen melakukan  tahapan uji coba transaksi pencairan dana desa (DD) untuk pengadaan printer seharga Rp1,8 juta dengan menggunakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) berbasis cash management system (CMS). Untuk pengajuan pencairan dana yang dibayarkan kepada rekanan pengadaan printer itu pun dilakukan secara elektronik dengan isian sistem yang jelas. Ketika ada kesalahan prosedur pengisian maka dokumen pencairan pun akan tidak lengkap atau tertolak. Dalam sistem itu harus memasukan nama terang, lembaga, nomor rekening transaksi, keperluan transaksi, sampai nomor pokok wajib pajak (NPWP). Dengan sistem tersebut,  tinggal pencet tombol oke maka transaksi sudah jalan. Di sinilah pengetatannya, verifikasi harus lewat beberapa orang. Bendahara desa tidak lagi pegang uang sekarang dan tidak perlu lagi pergi ke bank. [ SOLOPOS ]