NGARGOSARI DESA INOVASI BINAAN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Pada era tahun 1980an, masyarakat  dukuh Boyolayar yang terdiri dari 4 RT yang kurang lebih didalamnya ada 150 kepala keluarga dan 300 jiwa, merupakan wilayah Desa Ngargosari terkena dampak genangan air waduk Kedongombo , yang tadinya, sebagian besar masyarakat Boyolayar mempunyai mata pencaharian sebagai petani.

Dengan adanya waduk Kedongombo tersebut lahan pertanian tidak bisa di manfaatkan sebagai lahan pertanian, sehingga Pemerintah Desa bersama masyarakat,  berfikir dan menggali potensi sumber daya manusia dan alam yang ada di dukuh Boyolayar. Dalam rangka mewujudkan Desa Ngarosari sebagai desa mandiri, maka sebagai salah satu desa dari 11 desa yang ada di Kecamatan Sumberlawang telah melakukan pembenahan dan pembaharuan sistem dengan melakukan penekanan pada pemberdayaan masyarakat (social empowering) pada setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada kegiatan pengawasan maupun pengendalian semua dilakukan dengan mengikut sertakan masyarakat.

Dari identifikasi yang di lakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Pemerintah Desa di temukan beberapa potensi termasuk lahan kosong yang perlu di manfaatkan,  sebagai titik poin yaitu pembukaan jalan wisata pada tahun 2017 yang melibatkan Pemerintah Desa dan masyarakat dukuh Boyolayar, selain itu untuk mempercepat terwujudnya desa wisata,  Pemerintah Desa membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk melakukan pembenahan dan penataan dukuh Boyolayar.

Harapannya dengan adanya desa wisata ini maka akan terbentuknya destinasi wisata baru di wilayah Ngargosari, peningkatan SDM Di bidang Ekonomi, desa berpeluang untuk menambah PAD dan mengoptimalkan layanan publik melalui jalur optimalisasi dan potensi desa di sektor wisata, masyarakat mendapat penghasilan tambahan dari sewa kapal maupun pendirian warung – warung di sekitar wisata, serta pemasaran produk unggulan desa menjadi lebih mudah.